logo mahkamah agung website ramah difable
Selamat Datang di Pengadilan Negeri Sampang Sampang adalah salah satu kabupaten yang terletak di pulau Madura propinsi Jawa Timur. Pengadilan Negeri Sampang hadir untuk memberikan fasilitas bagi para pihak yang berperkara untuk mendapatkan layanan keadilan yang terbaik dan seadil-adilnya.

Kunjungi kantor kami di Jl. Jaksa Agung Suprapto No.74 Sampang. Atau hubungi kami melalui : (telepon/fax) 0323 321511.
Peningkatan Pelayanan Pengadilan Pelayanan kami adalah pelayanan terbaik yang dapat kami berikan. Dengan dukungan teknologi informasi, Pengadilan Negeri Sampang juga memberikan layanan penelusuran perkara dan jadwal sidang dengan menggunakan aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) dan aplikasi-aplikasi lain melalui website ini selama 24/7. Sehingga pihak yang berperkara dapat menikmati transparansi proses berperkara yang kami laksanakan.
Menjaga Kualitas Putusan Putusan yang berkualitas adalah penting bagi kami. Didukung pula oleh keterbukaan informasi dimana putusan yang dihasilkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sampang dapat diunduh langsung melalui website Direktori Putusan Mahakamah Agung Republik Indonesia, tidak ada kata tidak dari kami untuk selalu menjaga kualitas putusan.
Marhaban Ya Ramadhan Kami segenap keluarga Pengadilan Negeri Sampang mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1439 H dan mohon maaf lahir batin.

Selama bulan Ramadhan, Pengadilan Negeri Sampang tetap beroperasi dengan jam kerja 08.00 WIB s/d 15.00 WIB.

Keluarga Besar Pengadilan Negeri Sampang Berkomitmen Melaksanakan Pelayanan Berstandard Akreditasi Penjaminan Mutu Peradilan Umum



Senin, 19 Februari 2018 - 15:08:03 WIB

SIDANG PERDANA PEMBUNUHAN GURU BUDI DIGELAR DI PENGADILAN NEGERI SAMPANG

Diposting oleh :
Kategori: PN-Sampang - Dibaca: 144 kali

PTIP(PN) Sampang,Jawa Timur, Senin (19/2/2018) Gelar sidang perdana atas terdakwa Moh. Halili, salah satu siswa SMAN 1 Torjun Sampang yang terjerat kasus dugaan penganiayaan hingga meninggal dunia terhadap gurunya sendiri, Achmad Budi Cahyanto. Sidang dengan agenda proses diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana) dan pembacaan dakwaan digelar tertutup untuk umum. Hakim anggota PN Sampang, Igde Perwata, usai persidangan mengatakan, selain pembacaan dakwaan, pihak pengadilan mengajukan untuk proses diversi kepada kedua belah pihak. Ini dilakukan sebagai langkah untuk mempercepat proses persidangan. “Memang tadi diajukan diversi, tapi akhirnya tidak bisa dilaksanakan. Bukan keharusan diversi, karena kasusnya agak rumit terkait dengan dugaan pembunuhan dengan penganiayaan,” katanya. Selanjutnya agenda pemeriksaan para saksi-saksi. “Ya nanti kelanjutannya hari Rabu (21/2/2018) lusa, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” terangnya. “Memang ditawarkan diversi, tapi kita menolak karena inginnya dijalankan sesuai proses hukum yang berlaku. Kita ingin seadil-adilnya,” Ujar Seseorang dari Keluarga Korban. Dalam kasus dugaan penganiayaan guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang yang menimpa Ahmad Budi Cahyanto dilakukan oleh murid sendiri Moh. Halili. Tim Penyidik Polres Sampang menerapkan pasal berlapis, yakni Pasal 338 tentang pembunuhan secara sengaja, dan Pasal 335 ayat 3 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 penjara.

Berita Terkait